Pengertian, tujuan dan manfaat kemitraan usaha
Kemitraan adalah “Suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membutuhkan dan saling membesarkan”. kemitraan membantu para pelaku kemitraan dan pihak-pihak tertentu dalam mengadakan kerjasama kemitraan yang saling menguntungkan (win-win solution3) dan bertanggung jawab. Ciri dari kemitraan adalah Menurut Hafsah (1999), tujuan ideal kemitraan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kemitraan yaitu
(1) meningkatkan pendapatan usaha dan masyarakat,
(2) meningkatkan perolehan nilai tambah bagi pelaku kemitraan,
(3) meningkatkan pemerataan dan pemberdayaan masyarakat,
(4) meningkatkan pertumbuhan ekonomi perdesaan, wilayah dan nasional,
(5) memperluas kesempatan kerja dan
(6) meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.
Tujuan tersebut dapat dicapai jika kemitraan bisa berjalan langgeng, dan kedua pihak menaati kesempatan-kesempatan yang dibuat bersama. Dalam kemitraan pihak-pihak yang bermitra masing-masing harus mendapatkan keuntungan tidak bisa hanya satu pihak saja yang diuntungkan. Jika hasil yang diperoleh dari kemitraan tidak lebih baik dari tanpa kemitraan, berarti kemitraan tersebut gagal. Manfaat Kemitraan, antara lain :
- Manfaat produktivitas
Produktivitas adalah suatu model ekonomi yang diperoleh dari membagi output dengan input. Produktivitas = output:input. Dengan formulasi dengan rumus 1+1>2, maka produktivitas dikatakan meningkat bila dengan input yang tetap memperoleh output yang semakin besar. Selain itu, produktivitas yang tinggi dapat diperoleh dengan cara mengurangi penggunaan input (dengan tidak mengurangi kualitas), sehingga dengan output yang tetap dengan penggunaan input yang sedikit menunjukkan adanya peningkatan produktivitas. Contohnya dalam penjelasan My Idea BMC sebelumnya (https://201901050jillianrauphotography.photo.blog/2020/10/31/my-idea-bmc-2/) Peningkatan produktivitas bagi usaha baju bisa dicapai yaitu dengan cara menambah unsur input baik kualitas maupun kuantitasnya akan diperoleh output dalam jumlah dan kualitas yang berlipat. - Manfaat efisiensi
Manfaat efisiensi dapat diartikan sebagai dicapainya cara kerja yang hemat, tidak terjadi pemborosan, dan menunjukkan keadaan menguntungkan, baik dilihat dari segi waktu, tenaga maupun biaya. Contoh: perusahaan baju dapat mencapai efisiensi dengan menghemat tenaga dalam mencapai target tertentu dengan menggunakan tenaga kerja yang dimiliki oleh penyablon baju dan penjahit. Sebaliknya bagi penyablon baju yang yang umumnya relatif lemah dalam hal kemampuan teknologi dan sarana produksi, dengan bermitra akan dapat menghemat waktu produksi melalui teknologi dan sarana produksi yang disediakan oleh perusahaan. Tanpa kemitraan, maka perusahaan baju tidak dapat mengoptimalkan modalnya karena tidak ada tenaga kerja yang mengoperasikannya dan penyablon/penjahit tidak dapat memperkerjakan tenaga kerjanya karena tidak adanya modal dan saranaproduksi. - Manfaat jaminan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.
Kualitas, kuantitas dan kontinuitas sangat erat kaitannya dengan efisiensi dan produktivitas di pihak penjahit yang menentukan terjaminnya pasokan pasar dan pada gilirannya menjamin keuntungan perusahaan. Ketiganya juga merupakan pendorong kemitraan, apabila berhasil dapat melanggengkan kelangsungan kemitraan ke arah sempurna - Manfaat dalam risiko
Dalam kemitraan kedua pihak memberi peran yang sesuai dengan kemampuan masing-masing, sehingga keuntungan atau kerugian yang dicapai atau diderita kedua pihak sesuai dengan perannya masing-masing. Hal ini berarti bahwa dalam kemitraan, ada rasa senasib sepenanggungan antara pihak yang bermitra sehingga jika ada resiko ditanggung bersama antara pihak yang bermitra, sehingga resiko yang ditanggung masing-masing pihak menjadi berkurang.
Jenis-jenis Kemitraan Usaha
Dalam Kemitraan usaha, dapat dilihat beberapa jenis kemitraan, antara lain:
Dilihat dari posisi pelaku yang bermitra, maka kemitraan dapat dibedakan atas:
– Kemitraan vertical
Kemitraan yang memiliki tahap atau tingkatan kegiatan produksi yang berurutan, dari tahap paling awal sampai tahap produksi akhir. Contoh: Kemitraan antara perusahaan yang tergabung dalam usaha yang menghasilkan produk tas dari bahan enceng gondok. Tahap satu – Pengumpul enceng gondok, tahap 2 – Pabrik Tas, Tahap 3 – Penyalu/Agen, dan tahap 4 – Pengecer.
– Kemitraan horizontal
Kemitraan dari sejumlah perusahaan yang memiliki kegiatan usahaatau yang menghasilkan produk sejenis.Contoh: Kemitraan antara perusahaan-perusahaan yang menghasilkanproduk tas.
Dalam Kemitraan ada dua hal penting yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Pemilihan rekan bisnis yang tepat
Agar tidak salah dalam memilih rekan yang akan diajak bermitra, maka harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
- Jangan jadikan uang sebagai pertimbangan utama.
- Kenali calon rekan bisnis kita agar kita tidak kecewa dikemudian hari
- Lakukan pendekatan-pendekatan di luar bisnis seperti pada acara syukuran calon mitra, hari ulang tahunnya atau pada acara moment-moment penting yang kebetulan dapat bertemu.
- Minta penilaian dari orang yang bisa dipercaya seperti konsumen, tenaga lapangan, pesaing atau lembaga terkait. Rekap penilaian tersebut sehingga diperoleh kesimpulan yang akurat mengenai calon mitra yang akan diajak bermitra.
2. Adanya perjanjian yang berkekuatan hukum
Dalam kemitraan perlu adanya perjanjian tertulis dari kedua pihak agar semua tindakan kerjasama tidak dilanggar oleng masing-masing pihak. Masing-masing pihak yang bermitra juga harus memiliki salinan/copy dari perjanjin tertulis tersebut. Dengan prosedur sebagai berikut :
- Buat perjanjian hitam di atas putih, perjanjian secara tertulis yang menjamin dan mengikat kedua pihak. Untuk memperkuat secara hukum, maka perjanjian dibuat di atas kertas bermaterai.
- Carilah saksi dalam penendatanganan perjanjian, sebagai pihak yang nantinya akan berbicara saat seandainya ada pihak yang mengingkari isi perjanjian.
- Materai perjanjian, agar memiliki kekuatan hukum kertas perjanjian diberi materai
- Pergi ke notaris, agar lebih memiliki kekuatan hukum sebaiknya dilakukan didepan notaris, yang bisa juga menjadi seorang saksi
- Jangan lanjutkan kerja sama apabila ada pihak yang tidak mau menandatangani, jika ada salah satu pihak tidak mau menandatangi, berarti perjanjian kemitraan tersebut tidak dapat dilanjutkan.
Strategi Sukses Membangun Kemitraan Usaha
Dalam merancang kemitraan pada kenyataannya tidaklah mudah seperti yang kita kira. Berikut ini langkah bagaimana merancang kemitraan dalam usaha dan bisnis.
- Memiliki kesamaan tujuan dalam berbisnis dan usaha. Sebelum membangun kemitraan hal pertama yang harus dilakukan adalah menyamakan tujuan pengembangan usaha dan memajukan usaha serta bisnis yang akan dibangun.
- Membangun Peran Bisnis. Untuk memaksimalkan kekuatan masing-masing pihak dalam kemitraan ini mempunyai peran anggota dalam kemitraan misalnya adalah pengaturan pembagian job kerja serta pembagian pendapatan.
- Membuat Dasar Umum dalam kemitraan. Untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang terjadi suatu saat dalam kemitraan dan dalam berbisnis serta bagaimana nantinya bila kemitraan ini terputus.
- Terbukanya Komunikasi. Harus bisa menjalin komunikasi yang baik antara masing-masing pihak dalam menjalin kemitraan. Agar semua pihak bisa bekerja sesuai dengan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya.
- Perjanjian Kemitraan. hal ini dilakukan untuk mendokumentasikan tanggung jawab dan kesepakatan, pembagian kerja, yang telah ditetapkan.
Dari penjelasan diatas kita dapat tau bahwa dalam membangun sebuah kemitraan terdapat sebuah hubungan timbal balik yang saling mengutungkan, adanya pembagian risiko dan keuntungan yang proposional inilah yang disebut kekutan dan karakter daripada kemitraan usaha demi tercapainya tujuan dan berkembangnya usaha yang kita miliki maupun yang ingin dicapai.