Yuk, Mulai Usaha Mandiri

Yuk, Mulai Usaha Mandiri adalah topik webinar yang dibawakan oleh Ibu Dr. Dewi Motik, M.Si (Social enterpreneur, Penulis, Pengajar, dan Motivator)

Ket Foto: Ibu Dewi sedang memparkan materi pada webinar Menjadi Wirausaha, Siapa Takut… Jadi Konglomerat Pasti Bisa

Kali ini saya akan membagikan apa yang saya dapatkan dalam Webinar Kewirausahaan Mahasiswa dan Pemuda Series #1 dengan tema “Menjadi Wirausaha, Siapa Takut???, Jadi Konglomerat Pasti Bisa!!!”. Pada awal pemaparan yang paling saya garis besarkan dari pemaparan Ibu Dewi adalah semua bisa asal anda mau dan ingin berusaha. Apapun yang ingin kita lalukan jika kita yakin nantinya akan berdampak baik pasti hasilnya juga baik. Dalam menjalankan usaha juga kita perlu yakin dengan pilihan usaha kita atau produk yang kita tawarkan itu bisa di terima oleh banyak orang. Tidak harus semua orang suka dengan produk kita, pasti ada saja yang tidak suka karna kita tidak akan bisa menyenangkan semua orang yang seleranya sangat beragam. Yang suka dengan produk kita, kita pertahankan dan yang tidak suka kita jadikan sebagai evaluasi untuk jadi lebih baik. Jangan gampang sakit hati ataupun menyerah dengan apa yang kita kerjakan untuk memulai bisnis.

Ada berbagai macam faktor individu ingin memulai usaha bisa karna pengalaman, bisa juga karna terpaksa (karna keadaan kita membutuhkan uang lebih untuk bisa bertahan hidup) atau karna hobi (misalkan suka masak, mengajar, dan berbagai hal). Contohnya ada seorang Ibu rumah tangga karna di tinggalkan oleh suaminya (dalam arti meninggal dunia) dia harus mencari nafkah dan sekaligus mengurus anaknya dan menyekolahkannya, sejak saat itu Ibu tersebut mulai mencari koneksi dari arisan atau dari pengajian memperbanyak teman dan mulai terpikir untuk menjual barang-barang yang dia lihat di Tanah Abang yang dirasanya menarik untuk ditawarkan kepada teman-temannya. Sampai akhirnya dia punya modal untuk membuka toko sendiri dan menguliahkan anaknya bahkan sampai keluar negeri. Usaha yang tanpa modal hanya modal kepercayaan dari kenalannya sampai membuat konveksi sendiri.

Kita bisa mengikuti pasar atau mencipkatakan pasar
Mengikuti pasar artinya kita mengikuti trend itu sendiri. Ada beberapa tipe konsumen yang akan selalu tertarik dan memiliki perhatian lebih kepada perkembangan tren baru. Oleh karena itu, secara tidak langsung kita juga bisa mengetahui minat para konsumen saat ini. Salah satu contoh jika kita menjual HP orang-orang sekarang banyak tertarik dengan Android sudak bukan dengan platform iOS lagi karna sudah ketinggalan zaman.
Menciptakan pasar artinya kita membuat suatu inovasi baru yang belum ada sebelumnya atau yang sudah ada tapi memakai gaya yang baru. Contohnya dulu sudah ada yang namanya es doger dulunya memakai bahan-bahan bahkan pewarna yang bisa di katakana kurang sehat dan cara penyajiannya juga kurang menarik hanya dijual oleh pedagang keliling yang pasti tidak higienis sekarang kita bisa buat es doger tersebut dengan konsep yang sama tapi lebih bersih tampilannya lebih menarik dan memakai bahan pewarna yang lebih sehat bahkan ada menyajikan esdoger ditaruh di dalam buah melon/ kelapa yang dijadikan sebagai mangkuknya.

Zaman sekarang teknologi sudah canggih. Media sosial bisa jadi sarana kita untuk mempromosikan produk kita, jangan malu untuk menawarkan sesuatu. Dan jangan terlalu banyak teori yang penting kita mulai dulu ada peluang apa yang kita rasa bisa kita kembangan, langsung kerjakan tawarkan ke orang-orang yang kita kenal saja dulu, baru mulai perbanyak relasi pelan-pelan. Kalau gagal coba lagi jangan pantang menyerah manfaatkan network yang ada. Mulai sekarang jangan terlalu banyak membuang waktu untuk hal-hal yang di rasa kurang penting, kita harus bisa menetapkan skala prioritas. Apa yang harus kita kerjakan terlebih dahulu dan apa yang kita kerjakan kemudian. Hidup ini pilihan apa yang kita kerjakan sekarang menentukan apa yang akan terjadi nantinya. Yang terakhir kita harus bahagia dulu, orang yang bahagia pasti kaya tapi orang yang kaya belum tentu bahagia. Keluarga sukses, pekerjaan sukses, dan usahapun sukses. Semoga pembahasan ini bisa lebih memotivasi kita untuk memulai usaha jangan takut atau malu untuk memulai sesuatu, tanpa modal sekalipun juga kita punya niat dan usaha pasti bisa berkembang.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai